Senin, 02 Februari 2015

SINKRONISASI KEBIJAKAN PUBLIK DARI PEMERINTAH PUSAT HINGGA PEMERINTAH DAERAH



Dengan semangat dan keterpaduan gerak menuju Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil, Mandiri dan Bermartabat, Pembangunan di Magetan, Kabupaten paling ujung barat Jawa Timur ini terus menggeliat menjangkau setiap sendi kehidupan masyarakat.
Dengan luas wilayah 688,85 km2 dihuni oleh 694 ribu jiwa, dimana 60% diantaranya berprofesi di bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki strategi pembangunan dengan menyasar prioritas pembangunan di delapan bidang, DITATA INDAH plus INSANI. Ditata Indah  plus Insani merupakan kependekan dari pendidikan, pertanian, pariwisata, industri, perdagangan dan kesehatan. plus infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. Dengan titik berat pada sektor pertanian.
Kesesuaian program pembangunan antara Pemerintah Kabupaten dengan Propinsi dan Pemerintah Pusat mendapat perhatian khusus.  Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya sinkronisasi ini adalah terciptanya kesesuaian dan kesatuan langkah dalam pengelolaan pembangunan pemerintah mulai dari tingkat terbawah hingga ke pusat.
Agar ada kesatuan pengelolaan pembangunan antara kabupaten dengan propinsi dan pusat, maka kebijakan pemerintah daerah perlu memperhatikan sasaran utama pemerintah pusat yang telah menetapkan prioritas nasional. Prioritas nasional tersebut diantaranya reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, iklim investasi dan usaha, infrastruktur serta penanggulangan kemiskinan.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM menyampaikan, ” semangat sinkronisasi telah diusung Pemkab Magetan. Saat ini program prioritas nasional telah terakomodir dalam sasaran prioritas Kabupaten Magetan yaitu Ditata Indah plus Insani. Prioritas tersebut merupakan penjabaran dari visi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Magetan  yang adil, mandiri dan bermartabat ”.
Ditambahkan, “ penyusunan program pembangunan daerah harus sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan. Maka dari itu pelaksanaan diharapkan berjalan tepat waktu sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Kemudian transparan, melibatkan partisipasi masyarakat, memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta substansi pembangunan daerah tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan peraturan daerah lainnya ”.
Berbagai capaian telah dapat dirasakan oleh masyarakat Magetan. Tidak hanya menyentuh pembangunan fisik seperti infrastruktur namun juga non fisik yaitu ekonomi, sosial, budaya, pengembangan SDM dan pendidikan maupun kesehatan.
Di bidang pendidikan, hasil yang dapat dirasakan adalah berkurangnya penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak dapat baca tulis dan angka. Anak-anak di kabupaten Magetan bersekolah sesuai tingkat usiannya. Angka putus sekolah dan angka ketidaklulusan di semua jenjang pendidikan relatif kecil.
Sektor pertanian, Kabupaten Magetan mengalami peningkatan surplus untuk komoditas beras maupun sayur mayur. Untuk beberapa komoditas lain juga mengalami peningkatan surplus diantaranya daging unggas, telur, kedelai bahkan daging sapi. Dengan kata lain, dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok untuk penduduk Magetan sudah mencukupi bahkan surplus.
Pariwisata juga menunjukkan gairah dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini. Peningkatan kunjungan wisata di Sarangan terus didorong melalui gelaran berbagai even wisata diantarannya even wisata “Gebyar Labuhan Sarangan” yang terbukti mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Pemkab juga terus mengembangkan obyek wisata lainnya seperti Agrowisata Strawberry dan Telaga Wahyu yang masih berdekatan dengan Sarangan serta Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol.
Kemudian, sektor industri yang sebagian besar berskala kecil dan menengah didominasi oleh produk dan kerajinan kulit, anyaman bambu, industri makanan dan minuman, batu bata, genteng serta gerabah. Industri utama Kabupaten Magetan adalah penyamakan dan kerajinan kulit. Industri kerajinan kulit semakin berkembang dan tersebar di beberapa kecamatan yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Pun demikian, nilai investasi terus meningkat dari waktu ke waktu.
Di bidang perdagangan, dapat dilihat dari semakin meningkatnya pengajuan ijin usaha. Hal ini membuktikan jiwa kewirausahaan masyarakat Magetan semakin tinggi. Bahkan usaha perhotelan dan restoran menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan.
Selanjutnya di bidang kesehatan, menunjukkan angka harapan hidup yang meningkat dari waktu ke waktu, disertai dengan menurunnya angka kematian bayi dan status gizi buruk. Selain itu semakin baiknya pelayanan kesehatan dan peningkatan fasilitas baik di pondok kesehatan desa, puskesmas pembantu, puskesmas yang dapat melayani rawat inap maupun di rumah sakit dr. Sayidiman memberikan rasa nyaman bagi warga masyarakat yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Untuk infrastruktur, saat ini panjang ruas jalan kabupaten di seluruh wilayah Kabupaten Magetan saat ini Pemkab setempat giat mengupayakan ketersediaan sarana dan prasanana transportasi yang berkualitas dan merata. Sasaran yang dicapai adalah pengelolaan dan pembangunan lalu lintas, pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana pengairan. Selain itu juga memperhatikan pengelolaan air bersih, meningkatkan kualitas lingkungan perumahan, meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemukiman, konservasi kawasan sumber mata air.
Berbagai capaian hasil pembangunan tersebut telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tidak hanya ditingkat Propinsi Jawa Timur namun juga di tingkat nasional, dalam bentuk berbagai penghargaan yang telah diberikan. Prestasi ini tentunya sebagai apresiasi terhadap keberhasilan yang telah dicapai. Capaian keberhasilan ini merupakan prestasi yang membanggakan dan juga sebagai pendorong semangat serta modal dasar untuk menuju Magetan yang lebih baik.
Bupati Sumantri memaparkan, " Magetan memiliki modal dasar cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan segala bidang, dibuktikan dengan berbagai prestasi baik ditingkat propinsi maupun nasional ".
Beberapa penghargaan tingkat Nasional yang telah diterima diantaranya Piala Adipura untuk kedelapan kalinya di bidang kebersihan, dan empat kali menerima Wahana Tata Nugraha dalam pengelolaan lalu lintas. Di bidang pendidikan, Penghargaan Adiwiyata Mandiri serta Juara I Lomba Gugus PAUD Berprestasi.
Di didang pertanian dan ketahanan pangan, Adhikarya Pangan Nusantara dan juga penghargaan atas peningkatan produksi beras selama dua kali berturut-turut.  
Di bidang kesehatan, Magetan sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menerima dua penghargaan sekaligus, Swasti Saba Wiwerda dan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala. Disusul Penghargaan Pakarti Utama I Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penghargaan KB Lestari 20 tahun. Dan Masih ada lagi penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Tidak ketinggalan Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM semakin memperkuat predikat Magetan sebagai kabupaten berprestasi. Penghargaan-penghargaan tersebut menambah deretan prestasi yang telah dicapai Magetan sebelumnya.
Peran serta masyarakat dalam pembangunan di berbagai bidang sangat terasa. Termasuk di bidang kesehatan. Pada kesempatan ini Bupati Sumantri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, atas partisipasinya.
“ Prestasi yang telah didapat ini berkat partisipasi warga magetan yang luar biasa ” ujar Bupati Sumantri. ” Diharapkan, pengakuan ini bukan semata untuk kebanggaan saja, namun sebagai pelecut semangat untuk mewujudkan kesejahteraan Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat ” tambah orang nomor satu di Kabupaten Magetan ini. (ieh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar