Dengan semangat dan keterpaduan gerak menuju Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil,
Mandiri dan Bermartabat, Pembangunan di Magetan, Kabupaten paling ujung barat
Jawa Timur ini terus menggeliat menjangkau setiap sendi kehidupan masyarakat.
Dengan luas wilayah 688,85 km2 dihuni oleh 694 ribu jiwa, dimana 60%
diantaranya berprofesi di bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki
strategi pembangunan dengan menyasar prioritas pembangunan di delapan bidang,
DITATA INDAH plus INSANI. Ditata Indah
plus Insani merupakan kependekan dari pendidikan, pertanian, pariwisata,
industri, perdagangan dan kesehatan. plus infrastruktur dan pengentasan
kemiskinan. Dengan titik berat pada sektor pertanian.
Kesesuaian program pembangunan antara Pemerintah
Kabupaten dengan Propinsi dan Pemerintah Pusat mendapat perhatian khusus. Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya
sinkronisasi ini adalah terciptanya kesesuaian dan kesatuan langkah dalam
pengelolaan pembangunan pemerintah mulai dari tingkat terbawah hingga ke pusat.
Agar ada kesatuan pengelolaan pembangunan antara
kabupaten dengan propinsi dan pusat, maka kebijakan pemerintah daerah perlu
memperhatikan sasaran utama pemerintah pusat yang telah menetapkan prioritas
nasional. Prioritas nasional tersebut diantaranya reformasi birokrasi,
pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, iklim investasi dan usaha,
infrastruktur serta penanggulangan kemiskinan.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM menyampaikan, ” semangat
sinkronisasi telah diusung Pemkab Magetan. Saat ini program prioritas nasional
telah terakomodir dalam sasaran prioritas Kabupaten Magetan yaitu Ditata Indah
plus Insani. Prioritas tersebut merupakan penjabaran dari visi terwujudnya
kesejahteraan masyarakat Magetan yang
adil, mandiri dan bermartabat ”.
Ditambahkan,
“ penyusunan program pembangunan daerah harus sesuai dengan kebutuhan
penyelenggaraan pemerintahan. Maka dari itu pelaksanaan diharapkan berjalan tepat waktu
sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan
perundang-undangan. Kemudian transparan, melibatkan partisipasi masyarakat,
memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta substansi pembangunan daerah tidak
bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan peraturan
daerah lainnya ”.
Berbagai capaian telah dapat dirasakan oleh masyarakat Magetan. Tidak hanya
menyentuh pembangunan fisik seperti infrastruktur namun juga non fisik yaitu ekonomi,
sosial, budaya, pengembangan SDM dan pendidikan maupun kesehatan.
Di bidang pendidikan, hasil yang dapat dirasakan adalah berkurangnya
penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak dapat baca tulis dan angka. Anak-anak
di kabupaten Magetan bersekolah sesuai tingkat usiannya. Angka putus sekolah
dan angka ketidaklulusan di semua jenjang pendidikan relatif kecil.
Sektor pertanian, Kabupaten Magetan mengalami peningkatan
surplus untuk komoditas beras maupun sayur mayur. Untuk beberapa komoditas lain
juga mengalami peningkatan surplus diantaranya daging unggas, telur, kedelai
bahkan daging sapi. Dengan kata lain, dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok
untuk penduduk Magetan sudah mencukupi bahkan surplus.
Pariwisata juga menunjukkan gairah dengan meningkatnya
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini. Peningkatan kunjungan wisata di
Sarangan terus didorong melalui gelaran berbagai even wisata diantarannya even
wisata “Gebyar Labuhan Sarangan” yang terbukti mampu mendongkrak jumlah
kunjungan wisatawan. Pemkab juga terus mengembangkan obyek wisata lainnya
seperti Agrowisata Strawberry dan Telaga Wahyu yang masih berdekatan dengan
Sarangan serta Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol.
Kemudian, sektor industri yang
sebagian besar berskala kecil dan menengah didominasi oleh produk dan kerajinan
kulit, anyaman bambu, industri makanan dan minuman, batu bata, genteng serta
gerabah. Industri utama Kabupaten Magetan adalah penyamakan dan kerajinan
kulit. Industri kerajinan kulit semakin berkembang dan tersebar
di beberapa kecamatan yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Pun demikian,
nilai investasi terus meningkat dari waktu ke waktu.
Di bidang perdagangan, dapat dilihat
dari semakin meningkatnya pengajuan ijin usaha. Hal ini membuktikan jiwa
kewirausahaan masyarakat Magetan semakin tinggi. Bahkan usaha perhotelan dan
restoran menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan.
Selanjutnya di bidang kesehatan, menunjukkan angka
harapan hidup yang meningkat dari waktu ke waktu, disertai dengan menurunnya angka
kematian bayi dan status gizi buruk. Selain itu semakin baiknya pelayanan
kesehatan dan peningkatan fasilitas baik di pondok kesehatan desa, puskesmas
pembantu, puskesmas yang dapat melayani rawat inap maupun di rumah sakit dr.
Sayidiman memberikan rasa nyaman bagi warga masyarakat yang sedang mengalami
gangguan kesehatan.
Untuk infrastruktur, saat ini panjang ruas jalan
kabupaten di seluruh wilayah Kabupaten Magetan saat ini Pemkab setempat giat
mengupayakan ketersediaan sarana dan prasanana transportasi yang berkualitas
dan merata. Sasaran yang dicapai adalah pengelolaan dan pembangunan lalu
lintas, pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana pengairan. Selain itu
juga memperhatikan pengelolaan air bersih, meningkatkan kualitas lingkungan perumahan,
meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemukiman, konservasi
kawasan sumber mata air.
Berbagai capaian hasil pembangunan tersebut telah
mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tidak hanya ditingkat Propinsi Jawa
Timur namun juga di tingkat nasional, dalam bentuk berbagai penghargaan yang
telah diberikan. Prestasi ini tentunya sebagai apresiasi terhadap keberhasilan
yang telah dicapai. Capaian keberhasilan ini merupakan prestasi yang
membanggakan dan juga sebagai pendorong semangat serta modal dasar untuk menuju
Magetan yang lebih baik.
Bupati Sumantri memaparkan, " Magetan memiliki modal
dasar cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan segala bidang, dibuktikan
dengan berbagai prestasi baik ditingkat propinsi maupun nasional ".
Beberapa penghargaan tingkat Nasional yang telah diterima
diantaranya Piala Adipura untuk kedelapan kalinya di bidang kebersihan, dan empat
kali menerima Wahana Tata Nugraha dalam pengelolaan lalu lintas. Di bidang
pendidikan, Penghargaan Adiwiyata Mandiri serta Juara I Lomba Gugus PAUD
Berprestasi.
Di didang pertanian dan ketahanan pangan, Adhikarya
Pangan Nusantara dan juga penghargaan atas peningkatan produksi beras selama
dua kali berturut-turut.
Di bidang kesehatan, Magetan sebagai satu-satunya
kabupaten di Indonesia yang menerima dua penghargaan sekaligus, Swasti Saba
Wiwerda dan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala. Disusul Penghargaan Pakarti
Utama I Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penghargaan KB Lestari 20 tahun.
Dan Masih ada lagi penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Tidak
ketinggalan Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM semakin memperkuat predikat
Magetan sebagai kabupaten berprestasi. Penghargaan-penghargaan tersebut
menambah deretan prestasi yang telah dicapai Magetan sebelumnya.
Peran serta masyarakat dalam pembangunan di berbagai
bidang sangat terasa. Termasuk di bidang kesehatan. Pada kesempatan ini Bupati
Sumantri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, atas partisipasinya.
“ Prestasi yang telah didapat ini berkat partisipasi warga magetan yang
luar biasa ” ujar Bupati Sumantri. ” Diharapkan, pengakuan ini bukan semata
untuk kebanggaan saja, namun sebagai pelecut semangat untuk mewujudkan
kesejahteraan Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat ” tambah orang nomor
satu di Kabupaten Magetan ini. (ieh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar