Senin, 01 Juni 2015

FL 2015 POMPA PARIWISATA GREEN BELT LAWU


PUNCAK FL: Arakan Tumpeng Gono Bahu yang akan dilarung ke telaga


Gebyar labuhan Sarangan di Obyek WIsata Telaga Pasir merupakan satu dari beberapa event pariwisata dan budaya di Kabupaten Magetan. Even ini dilaksanakan pada bulan Sya’ban/Ruwah setiap tahunnya. Selain Ledhug yang diadakan di pusat kota pada saat menyambut tahun baru Maharram/Sura.
Bupati Magetan, Dr. Drs. H. Sumantri, MM menyampaikan, “ untuk tahun ini, Gebyar Labuhan Sarangan disuguhkan dengan tampilan yang lebih menarik yang dikemas dengan Festival Lawu 2015 ”.
Dalam Festival Lawu (FL) 2015, berbagai rangkaian kegiatan akan disuguhkan kepada wisatawan diantaranya Bersih Desa Sarangan, Atraksi Ski Air, Hiburan Musik Tradisional, Lomba Mewarnai serta Puncaknya adalah Gebyer Labuhan Sarangan.
Gong dari Festival Lawu 2015 adalah Gebyar Labuhan Sarangan. Acara ini merupakan perwujudan dari filosofi rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan anugerah alam berupa Telaga Sarangan.
Acara inti dari Gebyar Labuhan Sarangan adalah tumpeng Gono Bahu sebagai bagian dari tradisi budaya di Indonesia. Tradisi tahunan ini diadakan pada setiap Bulan Ruwah (Jawa), hari Jum’at Pon dengan prosesi utama Larung Tumpeng (Labuh Sesaji) ke Telaga Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Tumpeng Gono Bahu adalah tumpeng raksasa setinggi 2,5 meter, dibuat dengan menghabiskan lebih dari 50 Kg beras. Tumpeng ini diarak / dikirab mengelilingi telaga. Selain itu juga terdapat juga gunungan hasil bumi berupa sayur mayur dan hasil tanaman holtikultura yang memang tumbuh subur di sekitar Telaga Sarangan. Kirab itu tak ubahnya kirab yang sering dilakukan masyarakat Solo dan Yogyakarta. Amat kental dengan tradisi. Pasukan pengiring yang melibatkan banyak unsur dari masyarakat, juga didaulat bukan sebagai pengiring semata. Lebih dari itu keterlibatan mereka dianggap sebagai manifestasi dari pelestarian tradisi dan kesenian masyarakat Magetan, yang kaya akan seni budaya. Semua petugas yang mengawalnya mengenakan pakaian adat dengan berjalan kaki dan juga menunggang kuda, sehingga menambah daya tarik pengunjung Telaga Sarangan.
Sesampai di pinggir telaga, tumpeng Gono Bahu Kemudian diserahkan oleh Sesepuh Desa kepada Bupati Magetan untuk kemudian di larung di tengah telaga dengan menggunakan perahu. Prosesi pengangkutan tumpeng raksasa ke tengah telaga ini juga merupakan hiburan menarik bagi para wisatawan yang disayangkan untuk dilewatkan.
Gebyar Labuhan Sarangan merupakan pesta wisata yang diselengarakan oleh pemerintah kabupaten Magetan dan telah dimasukkan sebagai agenda wisata nasional. Tujuan tradisi ini sebagai ucapan terima kasih masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah-Nya yang berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan, khususnya warga di sekitar Telaga Sarangan.
 “ Gebyar Labuhan Sarangan ini diadakan sebagai tradisi dan wujud rasa terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkah berupa Telaga Sarangan yang mampu memberi kehidupan bagi warga di sekitarnya selain itu juga karena telah masuk sebagai agenda wisata nasional “ jelas Sumantri.
Sebagai agenda wisata nasional, Gebyar Labuhan Sarangan terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Acara ini yang dinanti-nanti wisatawan ini telah menjadi daya tarik yang kuat.
Telaga Sarangan dengan luas 30 hektar, berkedalaman 28 meter, dan bersuhu udara antara 18 hingga 23oC, menawarkan keindahan alam yang tidak kalah menawan dengan obyek wisata alam lainnya.
Sebagai destinasi wisata andalan Indonesia di bagian ujung barat propinsi Jawa Timur, Pariwisata di Telaga Sarangan terus bergeliat. Keberadaan Telaga Sarangan didukung oleh adanya fasilitas penginapan yang representatif baik berupa hotel, hostel maupun villa maupun pondok wisata yang dapat disewa.
Fasilitas lain yang tersedia diantaranya rumah makan, taman bermain anak, wahana outbond, pasar wisata, tempat parkir luas, tempat ibadat, taman, dan pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai suvenir kepada wisatawan pengunjung untuk membeli oleh-oleh khas Magetan. Selain itu Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan becak air untuk menjelajahi telaga. Ada pula jasa tunggangan kuda wisata untuk mengitari sekeliling telaga.
Kepala Bagian Humas dan Protokol, Saif Muchlissun, S.Sos, MM menjelaskan, sebagai destinasi unggulan Magetan, akomodasi di Obyek Wisata Telaga Sarangan telah semakin lengkap.
Para wisatawan tidak perlu khawatir, telah tersedia berbagai pilihan rumah makan dan penginapan yang dapat disesuaikan dengan selera dan kemampuan setiap wisatawan “ jelas pria yang akrab disapa Muchlis ini.
Sarana transportasi yang menuju Telaga Sarangan semakin mudah. Banyak tersedia angkutan umum dengan trayek dari Kota Magetan menuju Telaga Sarangan. Selain itu, setelah berfungsinya jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten Magetan hingga ke Kota Surakarta semakin memanjakan wisatawan dari Surakarta ataupun Tawangmangu untuk singgah di Telaga Sarangan.

Demikian pula untuk sarana transportasi. Tersediaan infrastruktur jalan dan lahan parkir yang sangat baik sebagai penunjang bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi. Sementara wisatawan yang memanfaatkan sarana angkutan umum, juga telah tersedia berbagai pilihan “ jelas Muchlis.
Fasilitas terbaru adalah sarana transportasai yang menghubungan Sarangan dari Kabupaten Ponorogo pulang pergi. Trayek ini dibuka sebagai bentuk respon pemerintah terhadap penyediaan layanan angkutan wisata yang murah dan nyaman. Moda transportasi ini dilayani  oleh empat armada bus DAMRI dengan jadwal pemberangkatan dari Ponorogo pada jam 06.00 dan 08.30 serta pemberangkatan dari Sarangan pada pukul 11.00 dan 13.30.(ieh)