![]() |
| PUNCAK FL: Arakan Tumpeng Gono Bahu yang akan dilarung ke telaga |
Gebyar labuhan
Sarangan di Obyek WIsata Telaga Pasir merupakan satu dari beberapa event
pariwisata dan budaya di Kabupaten Magetan. Even ini dilaksanakan pada bulan
Sya’ban/Ruwah setiap tahunnya. Selain Ledhug yang diadakan di pusat kota pada
saat menyambut tahun baru Maharram/Sura.
Bupati Magetan,
Dr. Drs. H. Sumantri, MM menyampaikan, “ untuk tahun ini, Gebyar Labuhan
Sarangan disuguhkan dengan tampilan yang lebih menarik yang dikemas dengan
Festival Lawu 2015 ”.
Dalam Festival
Lawu (FL) 2015, berbagai rangkaian kegiatan akan disuguhkan kepada wisatawan
diantaranya Bersih Desa Sarangan, Atraksi Ski Air, Hiburan Musik Tradisional,
Lomba Mewarnai serta Puncaknya adalah Gebyer Labuhan Sarangan.
Gong dari
Festival Lawu 2015 adalah Gebyar Labuhan Sarangan. Acara ini merupakan
perwujudan dari filosofi rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah
memberikan anugerah alam berupa Telaga Sarangan.
Acara inti dari
Gebyar Labuhan Sarangan adalah tumpeng Gono Bahu sebagai bagian dari tradisi
budaya di Indonesia.
Tradisi tahunan ini diadakan pada setiap Bulan Ruwah (Jawa), hari Jum’at Pon
dengan prosesi utama Larung Tumpeng (Labuh Sesaji) ke Telaga Sarangan Kecamatan
Plaosan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Tumpeng Gono Bahu adalah tumpeng
raksasa setinggi 2,5 meter, dibuat dengan menghabiskan lebih dari 50 Kg beras.
Tumpeng ini diarak / dikirab mengelilingi telaga. Selain itu juga terdapat juga
gunungan hasil bumi berupa sayur mayur dan hasil tanaman holtikultura yang
memang tumbuh subur di sekitar Telaga Sarangan. Kirab itu tak
ubahnya kirab yang sering dilakukan masyarakat Solo dan Yogyakarta. Amat kental
dengan tradisi. Pasukan pengiring yang melibatkan banyak unsur dari masyarakat,
juga didaulat bukan sebagai pengiring semata. Lebih dari itu keterlibatan
mereka dianggap sebagai manifestasi dari pelestarian tradisi dan kesenian
masyarakat Magetan, yang kaya akan seni budaya. Semua petugas yang mengawalnya mengenakan pakaian adat
dengan berjalan kaki dan juga menunggang kuda, sehingga menambah daya tarik
pengunjung Telaga Sarangan.
Sesampai di pinggir telaga, tumpeng
Gono Bahu Kemudian diserahkan oleh Sesepuh Desa kepada Bupati Magetan untuk
kemudian di larung di tengah telaga dengan menggunakan perahu. Prosesi
pengangkutan tumpeng raksasa ke tengah telaga ini juga merupakan hiburan
menarik bagi para wisatawan yang disayangkan untuk dilewatkan.
Gebyar Labuhan Sarangan merupakan pesta wisata yang diselengarakan oleh
pemerintah kabupaten Magetan dan telah dimasukkan sebagai agenda wisata
nasional. Tujuan tradisi
ini sebagai ucapan terima kasih masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkah-Nya yang berupa Telaga Sarangan, sehingga mendatangkan kemakmuran bagi
masyarakat Magetan, khususnya warga di sekitar Telaga Sarangan.
“ Gebyar Labuhan Sarangan ini diadakan sebagai
tradisi dan wujud rasa terima kasih kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkah
berupa Telaga Sarangan yang mampu memberi kehidupan bagi warga di sekitarnya
selain itu juga karena telah masuk sebagai agenda wisata nasional “ jelas
Sumantri.
Sebagai agenda wisata nasional, Gebyar
Labuhan Sarangan terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Acara ini yang dinanti-nanti wisatawan ini telah menjadi daya tarik yang
kuat.
Telaga Sarangan dengan luas 30 hektar, berkedalaman 28 meter, dan bersuhu
udara antara 18 hingga 23oC, menawarkan keindahan alam yang tidak
kalah menawan dengan obyek wisata alam lainnya.
Sebagai destinasi wisata andalan Indonesia di bagian ujung barat propinsi
Jawa Timur, Pariwisata di Telaga Sarangan terus bergeliat. Keberadaan Telaga
Sarangan didukung oleh adanya fasilitas penginapan yang representatif baik
berupa hotel, hostel maupun villa maupun pondok wisata yang dapat disewa.
Fasilitas lain yang tersedia diantaranya rumah makan, taman bermain anak,
wahana outbond, pasar wisata, tempat
parkir luas, tempat ibadat, taman, dan pedagang kaki lima yang menawarkan
berbagai suvenir kepada wisatawan pengunjung untuk membeli oleh-oleh khas
Magetan. Selain itu Telaga Sarangan juga memiliki layanan jasa sewa perahu dan
becak air untuk menjelajahi telaga. Ada pula jasa tunggangan kuda wisata untuk
mengitari sekeliling telaga.
Kepala Bagian
Humas dan Protokol, Saif Muchlissun, S.Sos, MM menjelaskan, sebagai destinasi unggulan Magetan, akomodasi di Obyek
Wisata Telaga Sarangan telah semakin lengkap.
“ Para wisatawan tidak perlu khawatir, telah tersedia berbagai pilihan rumah
makan dan penginapan yang dapat disesuaikan dengan selera dan kemampuan setiap
wisatawan “ jelas pria yang akrab disapa
Muchlis ini.
Sarana transportasi yang menuju Telaga Sarangan semakin mudah. Banyak
tersedia angkutan umum dengan trayek dari Kota Magetan menuju Telaga Sarangan.
Selain itu, setelah berfungsinya jalan tembus yang menghubungkan Kabupaten
Magetan hingga ke Kota Surakarta semakin memanjakan wisatawan dari Surakarta
ataupun Tawangmangu untuk singgah di Telaga Sarangan.
“ Demikian pula untuk sarana transportasi. Tersediaan infrastruktur jalan dan
lahan parkir yang sangat baik sebagai penunjang bagi wisatawan yang menggunakan
kendaraan pribadi. Sementara wisatawan yang memanfaatkan sarana angkutan umum,
juga telah tersedia berbagai pilihan “ jelas Muchlis.
Fasilitas terbaru adalah sarana transportasai yang menghubungan Sarangan
dari Kabupaten Ponorogo pulang pergi. Trayek
ini dibuka sebagai bentuk respon pemerintah terhadap penyediaan layanan
angkutan wisata yang murah dan nyaman. Moda transportasi ini dilayani oleh empat armada bus DAMRI dengan jadwal
pemberangkatan dari Ponorogo pada jam 06.00 dan 08.30 serta pemberangkatan dari
Sarangan pada pukul 11.00 dan 13.30.(ieh)
