Rabu, 11 Februari 2015

MASYARAKAT BISA MANFAATKAN HASIL PROYEK INFRASTRUKTUR


Ditengah meninjau proyek infrastruktur, Bupati Magetan menyapa wisatawan mancanegara di Telaga Sarangan


Masyarakat Magetan telah dapat menikmati dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan infrastruktur yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten. Secara serentak, Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM meresmikan pemanfaatan 24 proyek hasil pembangunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Pebruari 2014. Lokasi kegiatan berada di Jembatan Babar, Kecamatan Plaosan. Jembatan Babar ini merupakan salah satu dari ke-24 proyek yang diresmikan.
 
Bupati Magetan menandatangani prasasti peresmian 24 proyek infrastruktur
Pada kesempatan tersebut, hadir pula Wakil Bupati Magetan, Samsi, Pimpinan DPRD, anggota Muspida, Plt Sekdakab beserta jajaran Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Magetan serta tokoh masyarakat, tokoh agama, ormas serta pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM mengatakan, “ program pembangunan yang diresmikan merupakan hasil implementasi dari visi dan misi Kabupaten Magetan, terutama misi menggairahkan perekonomian daerah, melalui berbagai program pengungkit, dan optimalisasi pengembangan sumber daya manusia serta pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan. Selain itu juga sebagai upaya mewujudkan penyediaan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah “.  
Ke-24 proyek fisik yang diresmikan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Magetan dalam penyediaan sarana infrastruktur guna mendukung pembangunan dan pengembangan kapasitas masyarakat di berbagai bidang. Di bidang jalan dan jembatan seperti Pernbangunan Jembatan Semawur di Kecamatan Bendo, Pembangunan Jembatan Kenteng di Kecamatan Kawedanan, Jembatan Babar di Plaosan, Jembatan Kedungguwo kecamatan Sukomoro, Jembatan Carat serta peningkatan Jalan Duwet-Cempaka yang berlokasi di Kecamatan Magetan.
Selanjutnya, untuk memperlancar birokrasi dan pelayanan publik, dilakukan pula pembangunan dan rehabilitasi  gedung pemerintahan. Yaitu, pembangunan gedung Badan Lingkungan Hidup, pembangunan Kantor Kecamatan Lembeyan, rehabilitasi Kantor Kecamatan Panekan, rehabilitasi Kantor Arsip dan Perpustakaan serta rehabilitasi Kantor UPTD Kawedanan.
Untuk meningkatkan produktifitas pertanian sebagai titik perhatian utama Pemerintah Kabupaten Magetan, terus didorong dengan dukungan pembangunan infrastruktur melalui pembangunan Sumur Pompa Dalam di Desa Tladan Kecamatan Kawedanan dan di Desa Joketro Kecamatan Parang serta pembangunan Gedung BPP Kecamatan Panekan. Untuk sektor peternakan dan perikanan juga didorong dengan pembangunan infratruktur berupa pembangunan Gedung Penampungan Susu Desa Singolangu Kecamatan Plaosan, Pengembangan Kolam Kawasan Budidaya Ikan Air Tawar Desa Pupus, dan pembangunan Pos IB di Kecamatan Panekan.
Sementara itu, di sektor kesehatan berupa pembangunan Ruang PONED Puskesmas Kawedanan serta Perbaikan Puskesmas Pembantu Nguntoronadi. Untuk pendidikan, pembangunan RKB SMP Negeri 2 Magetan, pembangunan RKB SDN Temenggungan 2 Karas, Pembangunan UKS SMKN 1 Bendo dan Pembangunan Aula TK Negeri Pembina Kawedanan. Untuk semakin mempercantik kawasan wisata Telaga Sarangan ornamen cantik Kyai Pasir dan Nyi Pasir yang menjadi legenda terciptanya obyek wisata andalan Magetan tersebut.
Peresmian berbagai hasil pembangunan ini merupakan ejawantah dari Pemkab Magetan, bahwa infrastruktur mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bupati Sumantri mengatakan, “ pentingnya peran infrastruktur sebagai merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi dalam bentuk peningkatan produktifitas, lancarnya distribusi barang dan jasa dan meningkatnya nilai tambah produk yang dihasilkan “. Dijelaskan lebih lanjut oleh Sumantri, “ secara tidak langsung ketersediaan sarana dan prasarana infrastruktur juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang merupakan modal utama bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat “.
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Magetan telah melakukan langkah progresif dalam penyediaan infrastruktur bagi masyarakat. antara lain, pembangunan dan pemeliharaan jalan kabupaten dan jembatan yang mencakup hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan. Selain itu, telah dilakukan pula pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi dan pembangunan sumur pompa dalam. Tak ketinggalan pembangunan dan rehabilitasi sarana kesehatan dasar meliputi Puskesmas dan Puskemas Pembantu, rehabilitasi sarana pendidikan mencakup pendidikan dasar dan menengah, pembangunan dan rehabilitasi pusat perdagangan diantaranya rehabilitasi Pasar Kecamatan.
Pembangunan infrastruktur ini tidak akan berhenti sampai disini. Berbagai proyek fisik telah disusun Pemerintah Kabupaten Magetan untuk segera diwujudkan. “ Kedepan, masih ada rencana pengembangan pasar sayur dan revitalisasi pasar desa atau pasar tradisional “, cetus Sumantri.  Orang nomor satu di Kabupaten paling ujung barat Jatim ini juga menambahkan, “ disamping itu pemerintah juga menyusun dan menyiapkan program pembangunan lainnya, yang secara nyata mampu mengatasi tantangan dan permasalahan yang saat ini masih dihadapi masyarakat “.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokol, Saif Muchlissun, S.Sos, MM menyampaikan, “ Proyek pembangunan fisik dan infrastruktur yang telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Magetan, mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang dan sebesar-besarnya bagi masyarakat “. Diharapkan hasil pembangunan dapat dirasakan secara maksimal dan lestari. Tentunya partisipasi masyarakat sangat ditunggu Pemerintah. Keikutsertaan masyarakat untuk memelihara dan menjaga hasil pembangunan ini adalah bentuk partisipasi yang paling berharga. “ Hasil pembangunan ini adalah milik bersama. Untuk itu, agar semua elemen di Magetan, termasuk masyarakat agar memiliki rasa handarbeni serta turut menjaga dan memelihara aset yang dibangun dari dana rakyat ini “, papar Muchlis.

Kamis, 05 Februari 2015

KEKUATAN APBN/D SEBAGAI BAHAN BAKAR PEMBANGUNAN



Pembangunan di Kabupaten Magetan terus didorong dan dilaksanakan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Memasuki tahun anggaran 2015 ini, Kabupaten Magetan memiliki kekuatan anggaran lebih dari 1,5 trilyun rupiah.
Dana yang dikelola Pemerintah Kabupaten Magetn tersebut mengalami kenaikan sebesar 300 Milyar rupiah, jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2014. Peningkatan tersebut terutama untuk mendukung program pemerintah, satu desa satu milyar. Dimana saat ini, di Kabupaten Magetan terdapat 235 Desa dan Kelurahan.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM menyampaikan, APBD harus dilaksanakan dengan baik, cermat dan bertanggung jawab. Ditambahkan, pengelolaan keuangan tidak boleh memandang APBD sebagai sekedar rutinitas semata. Untuk itu diharapkan setiap aparatur pemerintah agar memahami, berpedoman dan menaati ketentuan-ketentuan yang menjadi landasan hukum.
Bupati Sumantri juga menekankan, dalam pengelolaan keuangan negara harus pula berpegang pada pedoman panca tertib, yaitu tertib program, tertib anggaran, tertib pelaksanaan, tertib pengendalian dan pengawasan serta tertib administrasi (ieh)

Selasa, 03 Februari 2015

Pemerintah Tidak Boleh Abai Kebutuhan Rakyat



Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang merupakan tahap penggalian dan penjaringan aspirasi atau usulan kegiatan pembangunan. Dengan cara ini diharapkan hasil-hasil pembangunan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Demikian dikatakan Bupati Magetsan, Drs. H. Sumantri, MM saat meresmikan peluncuran Musrenbang tingkat Kecamatan di Balai Kelurahan Kraton, Kecamatan Maospati, Selasa, 3 Pebruari 2015.
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD, Ketua Komisi B serta  anggota DPRD Kabupaten Magetan dari dapil setempat. Hadir pula Plt. Sekdakab Magetan beserta jajaran Kepala SKPD dan Camat lingkup Pemerintah Kabupaten Magetan.
Musyawarah diikuti oleh jajaran Muspika, Lurah atau Kepala Desa serta pemangku kepentingan lainnya. Musrenbang adalah forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kegiatan pembangunan. Karena bersifat partisipatif, dengan adanya musrenbang, kegiatan prioritas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat disusun dan diimplementasikan dengan baik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumantri juga menyampaiakan arah kebijakan tahun 2016 di Kabupaten Magetan. Ditahun ketiga Pemerintahan Bupati Sumantri ini, titik berat kebijakan diarahkan pada peningkatan produktifitas pertanian dan pertumbuhan UKM, dengan daya dukung  penguatan infrastruktur perekonomian bertema agrobisnis. (ieh)

Senin, 02 Februari 2015

SINKRONISASI KEBIJAKAN PUBLIK DARI PEMERINTAH PUSAT HINGGA PEMERINTAH DAERAH



Dengan semangat dan keterpaduan gerak menuju Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil, Mandiri dan Bermartabat, Pembangunan di Magetan, Kabupaten paling ujung barat Jawa Timur ini terus menggeliat menjangkau setiap sendi kehidupan masyarakat.
Dengan luas wilayah 688,85 km2 dihuni oleh 694 ribu jiwa, dimana 60% diantaranya berprofesi di bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten Magetan memiliki strategi pembangunan dengan menyasar prioritas pembangunan di delapan bidang, DITATA INDAH plus INSANI. Ditata Indah  plus Insani merupakan kependekan dari pendidikan, pertanian, pariwisata, industri, perdagangan dan kesehatan. plus infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. Dengan titik berat pada sektor pertanian.
Kesesuaian program pembangunan antara Pemerintah Kabupaten dengan Propinsi dan Pemerintah Pusat mendapat perhatian khusus.  Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya sinkronisasi ini adalah terciptanya kesesuaian dan kesatuan langkah dalam pengelolaan pembangunan pemerintah mulai dari tingkat terbawah hingga ke pusat.
Agar ada kesatuan pengelolaan pembangunan antara kabupaten dengan propinsi dan pusat, maka kebijakan pemerintah daerah perlu memperhatikan sasaran utama pemerintah pusat yang telah menetapkan prioritas nasional. Prioritas nasional tersebut diantaranya reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, iklim investasi dan usaha, infrastruktur serta penanggulangan kemiskinan.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM menyampaikan, ” semangat sinkronisasi telah diusung Pemkab Magetan. Saat ini program prioritas nasional telah terakomodir dalam sasaran prioritas Kabupaten Magetan yaitu Ditata Indah plus Insani. Prioritas tersebut merupakan penjabaran dari visi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Magetan  yang adil, mandiri dan bermartabat ”.
Ditambahkan, “ penyusunan program pembangunan daerah harus sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan. Maka dari itu pelaksanaan diharapkan berjalan tepat waktu sesuai dengan tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Kemudian transparan, melibatkan partisipasi masyarakat, memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan serta substansi pembangunan daerah tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan peraturan daerah lainnya ”.
Berbagai capaian telah dapat dirasakan oleh masyarakat Magetan. Tidak hanya menyentuh pembangunan fisik seperti infrastruktur namun juga non fisik yaitu ekonomi, sosial, budaya, pengembangan SDM dan pendidikan maupun kesehatan.
Di bidang pendidikan, hasil yang dapat dirasakan adalah berkurangnya penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak dapat baca tulis dan angka. Anak-anak di kabupaten Magetan bersekolah sesuai tingkat usiannya. Angka putus sekolah dan angka ketidaklulusan di semua jenjang pendidikan relatif kecil.
Sektor pertanian, Kabupaten Magetan mengalami peningkatan surplus untuk komoditas beras maupun sayur mayur. Untuk beberapa komoditas lain juga mengalami peningkatan surplus diantaranya daging unggas, telur, kedelai bahkan daging sapi. Dengan kata lain, dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok untuk penduduk Magetan sudah mencukupi bahkan surplus.
Pariwisata juga menunjukkan gairah dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini. Peningkatan kunjungan wisata di Sarangan terus didorong melalui gelaran berbagai even wisata diantarannya even wisata “Gebyar Labuhan Sarangan” yang terbukti mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan. Pemkab juga terus mengembangkan obyek wisata lainnya seperti Agrowisata Strawberry dan Telaga Wahyu yang masih berdekatan dengan Sarangan serta Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol.
Kemudian, sektor industri yang sebagian besar berskala kecil dan menengah didominasi oleh produk dan kerajinan kulit, anyaman bambu, industri makanan dan minuman, batu bata, genteng serta gerabah. Industri utama Kabupaten Magetan adalah penyamakan dan kerajinan kulit. Industri kerajinan kulit semakin berkembang dan tersebar di beberapa kecamatan yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja. Pun demikian, nilai investasi terus meningkat dari waktu ke waktu.
Di bidang perdagangan, dapat dilihat dari semakin meningkatnya pengajuan ijin usaha. Hal ini membuktikan jiwa kewirausahaan masyarakat Magetan semakin tinggi. Bahkan usaha perhotelan dan restoran menjadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magetan.
Selanjutnya di bidang kesehatan, menunjukkan angka harapan hidup yang meningkat dari waktu ke waktu, disertai dengan menurunnya angka kematian bayi dan status gizi buruk. Selain itu semakin baiknya pelayanan kesehatan dan peningkatan fasilitas baik di pondok kesehatan desa, puskesmas pembantu, puskesmas yang dapat melayani rawat inap maupun di rumah sakit dr. Sayidiman memberikan rasa nyaman bagi warga masyarakat yang sedang mengalami gangguan kesehatan.
Untuk infrastruktur, saat ini panjang ruas jalan kabupaten di seluruh wilayah Kabupaten Magetan saat ini Pemkab setempat giat mengupayakan ketersediaan sarana dan prasanana transportasi yang berkualitas dan merata. Sasaran yang dicapai adalah pengelolaan dan pembangunan lalu lintas, pembangunan dan pengelolaan sarana dan prasarana pengairan. Selain itu juga memperhatikan pengelolaan air bersih, meningkatkan kualitas lingkungan perumahan, meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasarana pemukiman, konservasi kawasan sumber mata air.
Berbagai capaian hasil pembangunan tersebut telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, tidak hanya ditingkat Propinsi Jawa Timur namun juga di tingkat nasional, dalam bentuk berbagai penghargaan yang telah diberikan. Prestasi ini tentunya sebagai apresiasi terhadap keberhasilan yang telah dicapai. Capaian keberhasilan ini merupakan prestasi yang membanggakan dan juga sebagai pendorong semangat serta modal dasar untuk menuju Magetan yang lebih baik.
Bupati Sumantri memaparkan, " Magetan memiliki modal dasar cukup kuat untuk melaksanakan pembangunan segala bidang, dibuktikan dengan berbagai prestasi baik ditingkat propinsi maupun nasional ".
Beberapa penghargaan tingkat Nasional yang telah diterima diantaranya Piala Adipura untuk kedelapan kalinya di bidang kebersihan, dan empat kali menerima Wahana Tata Nugraha dalam pengelolaan lalu lintas. Di bidang pendidikan, Penghargaan Adiwiyata Mandiri serta Juara I Lomba Gugus PAUD Berprestasi.
Di didang pertanian dan ketahanan pangan, Adhikarya Pangan Nusantara dan juga penghargaan atas peningkatan produksi beras selama dua kali berturut-turut.  
Di bidang kesehatan, Magetan sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang menerima dua penghargaan sekaligus, Swasti Saba Wiwerda dan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala. Disusul Penghargaan Pakarti Utama I Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta Penghargaan KB Lestari 20 tahun. Dan Masih ada lagi penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Tidak ketinggalan Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM semakin memperkuat predikat Magetan sebagai kabupaten berprestasi. Penghargaan-penghargaan tersebut menambah deretan prestasi yang telah dicapai Magetan sebelumnya.
Peran serta masyarakat dalam pembangunan di berbagai bidang sangat terasa. Termasuk di bidang kesehatan. Pada kesempatan ini Bupati Sumantri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, atas partisipasinya.
“ Prestasi yang telah didapat ini berkat partisipasi warga magetan yang luar biasa ” ujar Bupati Sumantri. ” Diharapkan, pengakuan ini bukan semata untuk kebanggaan saja, namun sebagai pelecut semangat untuk mewujudkan kesejahteraan Magetan yang adil, mandiri dan bermartabat ” tambah orang nomor satu di Kabupaten Magetan ini. (ieh)