Kamis, 29 Januari 2015

EFISIENSI BELANJA DORONG PENGHEMATAN ANGGARAN



Pemerintah saat ini sedang getol melaksanakan penghematan anggaran. Anggaran yang bersifat konsumtif lebih diarahkan ke sektor-sektor produktif sehingga semakin mendorong upaya percepatan proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Selama penghematan berlangsung, Pemerintah tidak akan mengesampingkan sektor yang langsung menyentuh masyarakat. Program unggulan pemerintah tetap dijalankan sehingga pelayanan publik tidak terganggu. Berbagai program yang menjadi perhatian serius diantaranya kesehatan, kemiskinan, dan infrastruktur.
Sejalan dengan program pemerintah pusat, Pemkab Magetan juga  bergeliat untuk melakukan penghematan anggaran.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM mengatakan, saat ini pemerintah pusat sedang getol melakukan penghematan anggaran. Pemkab Magetan tidak akan ketinggalan. Ditambahkan Sumantri, pos-pos yang dianggarkan tidak harus dihabiskan. Pengelolaan keuangan harus sesuai dengan kebutuhan sehingga efisiensi belanja dapat dipenuhi. (ieh)

Rabu, 28 Januari 2015

MEMBANGUN INFRASTRUKTUR DI LERENG GUNUNG LAWU



Pembangunan infrastruktur merupakan aspek vital untuk  mempercepat proses pembangunan secara umum. Infrastruktur juga memegang peran penting sebagai penggerak dan fondasi pertumbuhan ekonomi. Mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan tengah meningkatkan focus pembangunan di sektor infrastruktur. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang juga meningkatkan porsi pembangunan infrastruktur. Keterpaduan pemerintah daerah dan pusat untuk pembangunan infrastruktur dinilai sangat strategis untuk mendorong investasi, pembangunan ekonomi antar wilayah, membuka keterisolasian daerah mengejar ketertinggalan dengan pusat maupun daerah lain.
Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM mengatakan pada tahun 2015 ini pembangunan infrastruktur di Magetan mendapatkan perhatian lebih. Berbagai program yang telah dilaksanakan pada tahun lalu juga diupayakan selesai pada tahun ini.
Lebih lanjut Bupati menyebutkan beberapa proyek infrastruktur yang sedang dilaksanakan oleh Pemkab Magetan diantaranya pembangunan taman alun-alun, stadion, Masjid Agung, GOR mini dan gedung kantor pemerintah. Tak ketinggalan pula, peningkatan akses Magetan hingga Maospati melalui pembangunan twin road yang bekerjasama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur.(ieh)

Selasa, 27 Januari 2015

KELUARGA SALIM TERIMA KLAIM BPJS




Ahli waris Salim, pekerja pembangunan Masjid Agung Baitussalam yang tewas akibat terjatuh dari menara menerima santunan kematian dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Santunan sebesar Rp. 86 juta,- diserahkan Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM kepada isteri korban, Sumarni, warga Dukuh Cigrok, Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo. Hadir pada saat penyerahan tersebut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun, Suharto, dan juga jajaran kepala SKPD terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Magetan.
BPJS Ketenagakerjaan atau yang dahulu dikenal sebagai jamsostek merupakan program yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu. Program ini diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi sosial.
Disela penyerahan santunan, Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM mengatakan, santunan ini agar dipergunakan untuk menjamin kelangsungan masa depan akibat kehilangan tulang punggung keluarga. Bupati Sumantri menekankan agar dana yang diterima hendaknya dipergunakan sebagai modal usaha, bukan untuk hal yang sifatnya konsumtif.
Menyinggung kejadian kecelakaan yang terjadi di Masjid Agung, Sumantri menyampaikan bahwa pembangunan tersebut telah dilaksanakan secara terorganisir. Demikian juga dengan keselamatan pekerja, semua peralatan keselamatan telah disediakan. Namun, musibah tidak dapat ditolak, seperti kejadian yang menimpa almarhum Salim. Diharapkan, keluarga bisa menerima dengan sabar dan ikhlas. (ieh)

Kamis, 22 Januari 2015

GENJOT SWASEMBADA PANGAN DENGAN GERAKAN PERBAIKAN IRIGASI




Mendukung program Ketahanan Pangan Nasional (KPN) Pemerintah Kabupaten Magetan bekerjasama dengan TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0804 mencanangkan Gerakan Perbaikan Irigasi tingkat Kabupaten Magetan. Gerakan Perbaikan Irigasi ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat menuju swasembada pangan.
Pencanangan dilakukan oleh Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM di Lahan Pertanian Desa Selo Panggung, Kecamatan Ngariboyo dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan jaringan irigasi oleh Bupati Magetan bersama Komandan Kodim 0804 serta Kepala Dinas Pertanian. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Kepala SKPD terkait di lingkup Pemkab Magetan, Camat, Muspika, Kepala Desa se Kecamatan Ngariboyo, Jajaran Babinsa, serta tak kurang dari 70 Kelompok Tani.

Bupati Magetan, Drs. H. Sumantri, MM mengatakan, semangat pemerintah pusat untuk menuju Swasembada pangan melalui Gerakan Perbaikan Irigasi selaras dengan program prioritas pembangunan Kabupaten Magetan. Dimana, pertanian merupakan salah satu prioritas pembangunan.
Ditambahkan, Magetan sangat siap berparan dalam mewujudkan swasembada pangan. Kabupaten Magetan telah menerima penghargaan peningkatan produksi beras lebih dari 5%.
Dalam kegiatan tersebut, jajaran TNI Angkatan Darat juga berperan aktif. Komandan Kodim 0804 Letkol Inf. Sulistyo Bawono mengatakan, pada Gerakan Perbaikan Irigasi ini, TNI AD juga dilibatkan. Sebagaimana salah satu tugas pokoknya, TNI AD berperan membantu Pemerintah termasuk dalam peningkatan swasembada pangan ini. Untuk wilayah Kabupaten Magetan, Kodim 0804 telah mengerahkan Babinsa agar bekerjasama dengan penyuluh pertanian melakukan fasilitasi kepada para petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Magetan, Ir Edy Suseno menjelaskan, Gerakan Perbaikan irigasi ini ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan petani. Diharapkan, peningkatan sarana insfrastruktur pertanian ini dapat mengairi 3.500 hektar lahan di Kabupaten Magetan. (ieh)